Selasa, 29 Mei 2012

apa yang sedang anda pikirkan.....


        Mau nulis apa gak tau juga, yang penting sekarang apa yang ada di kepala aku mau aku curahkan kedalam tulisan. Di dalam bengekku ini, selagi nafasku belum juga stabil pikiran pikiran ini mulai muncul. 


Semua tentangmu, semua tentang apa yang telah kita jalani dan lewati bersama. Aku dan kamu. Lebih tepatnya CUMAN aku dan kamu. Betapa semuanya yang dulu aku anggap tabu kini berbanding terbalik. Dengan apa yang dulu ku tentang kini malah kulewati. Dan apa yang kita arungi sekarang tidak lebih dari sebuah keyakinan yang kupercaya memang sudah diatur oleh Maha Pemberi Kasih Sayang. Kita selayaknya dua insan yang sedang dicurahkannya sedikit kebahagiaan dari meyayangi. Kita sebagai dua manusia hina yang sedang dipertemukan dalam keadaan sulit. Dan entah bagaimana bisa aku mencintaimu bisa lebih cepat dari sekedar hembusan nafas. Bagaimana aku dapat memelukmu dengan erat tanpa harus kaku akan ketidaktahuanku akanmu. Semua sentuhan bibir yang kita kecupkan satu sama lain itu, entah bagaimana membuatku merasa begitu dekat. Tatapan sendu ikhlasmu memberiku secercah cahaya supermoon yang indah untuk lalui hari hari. Serumpun alismu yang lebih menyerupai bunga ilalang itu tak henti kukagumi. Hidung bangir nan sempurna, pun membanjiri hasratku akan ingatanku terhadapmu. Lekuk bibir yang tak pernah dapat kulupakan, hingga susunan gigimu yang memang menjadi petunjukku untuk bisa mengingat wajahmu. Senyum senyum pria surga yang menawan, memenuhi rongga dadaku ketika itu. Ketika malam di terangi bulan penuh serupa pualam. 

otak lagi ngadat,..

Sabtu, 26 Mei 2012

Human Interest


maaf kurang berkenan, saya cuman iseng ambil foto foto ini. karena ini bukan bidang saya, saya juga mohon maaf kalau gambarnya agak berantakan dan penuh kecacatan serta ribuan kekurangan.  :D

mehadang tulak
 foto ini diambil, saat menunggu keberangkatan jemaah haji apa umroh yah ???  
    pokoknya jemaah lain pada asik nangis berpisah dengan keluarga mereka masing-masing, orang ini hanya duduk santai di mobil, tanpa ada satupun keluarga atau kerabat yang sekedar memberikan salam.


pemulung lewat
Foto ini diambil, pas lagi duduk santai di siring banjarmasin sambil nungguin model yang telat datang.


tulak mengatam banih
 foto ini diambil, saat saya mau hunting bareng temen-temen saya, sekalian nyobain kamera baru saya :P
orang yang di dalam foto ini lagi bilang "permisi, saya mau lewat".



kuli kayu
 orang yang dalam foto ini sedang sibuk bolak balik angkat kayu ke kapal. akhirnya mungkin karna kasian liat saya keringatan. dia mempersilahkan saya mengambil gambarnya lengkap dengan sebuah senyuman :))





nenek ini di foto dengan sangat ikhlas. beliau yang baru saja pulang dari menanam padi di sawah dengan sumringah senyum kepada saya dan teman teman yang ikut. kemudian iseng iseng saya ajaklah beliau bicara, saat itulah beliau dengan ikhlasnya menjawab setiap pertanyaan saya, sambil tidak menyadari telah di ambil gambarnya berjuta juta kali oleh kami :)))

foto pertama saya megang kamera


Foto ini diambil udah lumayan lama, tepatnya ketika saya masih buta photoshop dan masih ngawur tentang komposisi. akhirnya dengan segenap kecacatan, saya pede aja naroh ni foto. sebagian besar fotonya gak di obrak abrik dikarenakan saya buta photoshop itu tadi dan gak ada yg ngajarin T.T

thanks to :
Allah
Za Big
Mecca
Ka Yuda

buat lihat lebih jelas, silahkan klik aja fotonya :))))

MODEL








Rabu, 16 Mei 2012

Bunga Bunga

               MAU tapi tak mampu, itulah keadaanku atas bunga-bunga di rumahku. Kusangka, jika sudah kusiram, setiap tanaman akan tumbuh sempurna dengan sendirinya. Dugaanku ternyata keliru. Ada jenis tanaman yang sampai lelah aku menyirami, bentuknya senantiasa seperti pihak yang merana. Karena jengkel, aku mendatangi pakar bunga di kampungku. Hasilnya, ia tergelak melihat kebodohanku. Begitu banyak bunga salah letak menurutnya. Ada jenis bunga yang rakus panas, tetapi letaknya di keteduhan. Ada jenis yang suka teduh, tetapi malah selalu kepanasan. Olala, sama-sama hijau daunnya tetapi kenapa berbeda wataknya.

            Dari sini saja pikiranku segera menerawang ke mana-mana. Ooo bunga-bunga ini ternyata mirip partai-partai di negaraku. Sama warnanya bisa pecah menjadi dua, tiga dan seterusnya. Sama niat baiknya, tetapi macam-macam cara mewujudkannya. Lumayan jika cuma beda cara. Tetapi ada niat baik yang begitu banyaknya sementara kebaikannya sendiri tidak muncul-muncul juga. Bunga-bunga di rumahku itu sungguh mengisyaratkan tentang bermacam-macam keadaan yang ada di sekitarku.

           Maka atas saran sang teman yang ahli itu aku memindahkan bunga-bunga ini sesuai kebutuhannya. Yang suka panas ketemu panas, yang suka teduh ketemu teduh. Aku menyangka perubahan akan terjadi segera. Bunga-bunga yang merana itu kusangka akan menyubur seketika. Tapi lagi-lagi aku salah sangka. Rasanya mereka tetap saja seperti sedia kala. Hampir saja aku menyangka yang salah adalah bunga-bunga itu sendiri karena terlalu keras kepala. Seluruhnya sudah kuberikan, tetapi mereka sendirilah yang enggan pada pertumbuhan.

        Setiap kali, batangan tonggak yang nyaris mati itu rasanya tetap merana belaka meskipun panas matahari sudah leluasa mengguyurnya. Setiap saat, daun-daun yang kurang gizi itu kuning saja warnanya. Ia tak segera menghijau segar seperti yang aku duga. Hampir saja aku patah hati dan pohon yang kusangka mati itu kukorek-korek saja sesuka hati. Astaga, ketika kulitnya mengelupas baru aku kaget dibuatnya. Pokok bunga itu ternyata terlihat hijau sekali. Ini pasti pohon sehat cuma belum bersemi. Melihat perubahan ini aku girang sekali. Setiap pagi, aku semakin bergairah menyambangi bunga-bunga yang nyaris sekarat ini dan tegang menunggu perubahan apalagi yang akan terjadi.

         Oo semuanya ternyata sedang berubah cuma aku saja yang kurang teliti. Dahan-dahan yang meranggas itu diam-diam menghijau dengan pasti. Daun-daun yang menguning itu diam-diam menyergarkan diri. Makin hari perubahan itu kian nyata cuma memang tidak dengan segera. Ternyata tidak ada perubahan yang seketika. Ketidaksabaran terhadap perubahan inilah watak dasar manusia yang sering melahirkan bermacam-macam perkara. Di dalam dunia politik ia bisa melahirkan revolusi yang mahal biaya, di dalam birokrasi ia bisa menggoda untuk korupsi yang bisa membangkrutkan negara, di dalam urusan mencari kekayaan ia bisa membuat orang tidak sabar bekerja dalam kewajaran. Ada yang begitu nekatnya sehingga masa tuanya malah berakhir di penjara. Ada perubahan yang jika ukurannya adalah ketidaksabaran terasa amat lambat.

         Tetapi anehnya, ketika bonggol meranggas itu mulai bersemi, rasanya daun-daun berikutnya menyusul cepat sekali. Ketika tulisan ini dibuat, si bonggol itu malah telah memunculkan putik bunga, sebuah percepatan yang sama sekali tak terbayangkan. Perubahan rasanya juga seperti perbuatan; kesulitannya ada di langkah pertama. Ketika yang pertama telah dijatuhkan, kedua dan ketiga akan mengikuti dengan sendirinya. Prajurit Keraton Yogyakarta dalam berbaris misalnya, memakai aba-aba yang artinya kaki kiri maju, kaki kanan mengikuti. Jadi yang penting adalah kaki kiri maju lebih dulu agar kaki kanan bisa mengikuti. Tanpa si kiri maju tak ada kanan yang akan mengikuti.

       Terakhir dan ini terpenting bagiku, bunga-bunga ini mengajariku meyakini satu hal: jika segala sesuatu diletakkan sesuai tempatnya, tak peduli betapapun lambat, ia pasti akan berubah juga!

Kamis, 10 Mei 2012

Selasa, 08 Mei 2012

JUMPA JOJO KEMBALI (spongebob sembuh) -CPR part 3


sambungan....
Akhirnya gue mutusin buat cek buku-buku best seller di gramedia, lagian dari kemaren tetangga gue udah habis-habisan minta tolong buat liat edisi terbaru Detektif Conan. Setelah utak-atik komputer orang dan tanya-tanya gak jelas sama pegawainya, gue malah keluar toko tanpa membeli buku apapun. Pas mau keluar, gue liat ada sesosok makhluk hidup yang mangkal di tempat penitipan tas. Seorang pemuda merah kuning hijau, dengan rambut gimbalnya yang tebal. Gue berhenti jalan, dan mencoba mengingat sosok kucel yang satu ini. Bener aja, cowok berkulit kuning langsat yang sedari tadi gue liatin, langsung nyamperin gue sambil teriak-teriak kayak kisah ibu dan anak yang sudah bertahun-tahun gak ketemu. Tanpa tau betapa beratnya perjuangan ngerapiin rambut, cowok itu langsung ngobrak-abrik rambut gue, layaknya anjing di belai majikannya. Gue coba menerawang wajah dia yang hampir kayak pakaian kusut. “Jo….jo…., eh kamu jojo kan ? iya, kan jo ? gak salah kan gue ?”, gue kaget setengah mati dah, itu beneran Jojo, udah hampir setahun kita gak ketemu. “hahaha, gimana tambah ganteng ya gue ?”, jawab Jojo kenceng banget, penyakit narsis najisnya masih tetep gak berubah. Tapi emang bener sih, kulit Jojo tampak lebih terawat, mukanya bersih dari jerawat yang dulu jadi piaraannya, satu lagi yang bikin gue hampir gak ngenalin dia, lu tau gak ? badannya udah kayak Ade Rai stadium dua. “waaaaah, Jojo masih hidup ya ternyata..!”, kata gue lebih kenceng. “sial, kampret lu gak ilang-ilang juga ya mel..!! hahhaaa”, kali ini dia jawab sambil ketawa kaya Buto Ijo yang udah nangkep Timun Mas. Kita ngobrol sebentar, sampai akhirnya si Reza bikin sontak kaget “mmmmm, kita nonton ke atas yuk mel, ntar kalau kelamaan kita bisa telat pulang”, kata Reza tanpa gugup, sambil melempar senyum ketus ke muka Jojo. Ternyata cemburu bisa bikin Reza sembuh secara ajaib dari penyakit bisunya. Gue pamitan sama Jojo, yang kemudian dibalasnya dengan lambaian tangan gak tau malu. “mau nonton apa emang Za ? lu udah mesan tiket duluan ya ?”, tanya gue keheranan. “Eh anu mel, kita makan di atas aja. Soalnya kalau no..no..nonton `bi..bi…sa te.teelat pulang ka..ka…kamunya”, jawab Reza yang udah kembali pada keadaan gagap gugupnya dia. “ya elaah, trus lo tadi semangat banget narik tangan gue apaan ?”, jawab gue masih dengan tampang heran bin aneh. Reza kembali kambuh, dan berjalan lebih cepat ke tempat yang dimaksud. Pizza Hut, akhirnya jadi tempat persinggahan Reza. Dia pesan dua paket besar pizza rasa daging dan keju spesial. Rencana gue buat diet hari ini. Gagal total.
Jam 7 malam, gue menolak mentah-mentah rencana Reza yang ngajak gue mampir ke toko mainan. Gue udah gak tahan mau muntah-muntah sehabis liat kerakusan dia habisin pizza kayak babi gak dikasih makan. 20 menit perjalanan pulang yang sangat menyeramkan. Hari yang mulai gelap, menambah peluang kemungkinan terjadinya kesurupan kalau Reza tetep diam membatu tanpa ngomong bahkan menengok ke arah gue. Gue mencoba menyalakan musik, tapi yang ada malah kumpulan tembang kenangan milik ayah Reza. “Makasih ya, buat jalan-jalannya”, kata gue datar. Sebenernya gue berharap si Reza bakalan jawab gini “aaaah, enggak mel, aku yang seharusnya terima kasih buat hari ini” biar kayak kisah sinetron gitu. ‘yaaaaaang hujaaan turuuuun lagiiii…..di bawah payung hitam ku berlindung’ cuman lagu lawas itu yang nyahut omongan gue. Reza malah ngangguk pelan, persis mirip orang autis kena stroke.
Malam menjelang waktu tidur, Reza telpon gue. “ha..halo mel”. “iya, kenapa Za ?”. Tuut tuuut tuuut. Telp ditutup. Modus silent tanpa getar, cara ampuh menghadapi tingkah Reza yg makin gak jelas dan rada-rada. Gue biarin telp dari Reza masuk dan gak ada satupun yang gue angkat.
bersambung lagi yaaa... modem pinjaman :'(

Senin, 07 Mei 2012

GAGAP GUGUP KACAMATA KOTAK (CintaPowerRanger part 2)


sambungan..
Reza Pratama, temennya si Alvin yang sering banget ke kost dengan berbagai macam alasan. Si kacamata kotak yang gak nyadar-nyadar mukanya kaya spongebob pergi ke ladang ubur-ubur trus disengat sama ratunya. Reza punya badan porsi besar, dengan tinggi kira-kira 170cm, matanya sipit hampir ngilang yang bikin orang-orang pasti udah bisa nebak dia ada keturunan China. Bener aja pipinya yang tembem sangat itu, pasti jadi sasaran ibu-ibu yang pengen nyubit gemes, terutama pas acara kawinan atau jalan bareng ke mall. Lucu sih, tapi sorry aja, gue gak gak gak kuat sama cowo yang sedikiiiiiit aja lebih putih dari gue, bawaannya kan gue jadi iteman. Tapi gue juga gak gak gak level ama cowo yang item banget, soalnya kalau gue jalan sama dia, gue paling males denger yang namanya orang nyeletuk diem-diem. Pernah gue gak sengaja denger temen satu kelas bisik-bisik tetangga di belakang gue “eh, lu liat deh. Itu amel jalan sama si cowo yang itemnya minta ampun”. 30 menit kemudian gue nelp pacar gue “kita putus aja ya sayang”. Klik, telp di tutup. HP gue satu minggu gak aktif dan gue kabur sok sok kebanyakan les tiap abis pulang sekolah nyampe sore.
Gue gak ada ungkit-ungkit masalah ini sama Reza. Mukanya yang super kasian itu bikin gue gak tega labrak dia trus marah-marah gak jelas, tapi sebenernya alasan utama gue sih, yaah.. karna gue males kalo ntar dia malah ilang feeling dan pulsa gue sekarat lagi. Gue baru tau kalau Reza suka sama gue udah lama banget, kira-kira dari gue kelas 2 SMP lah, waktu itu gue masih oon kalo masalah cinta-cintaan. Reza ngasih gue coklat melalui Alvin, yang ujung-ujungnya malah bersarang di perut adik dan kaka sepupu gue. Segede upil pun gak ada gue mikir kalo si Reza suka sama gue, pas gue jalan ke mall bareng dia barulah gue nyadar kalo apapun yang dia lakukan semuanya cuman buat gue. Contohnya aja waktu itu dia rela ninggalin les private mahalnya cuman buat nemenin gue nyari eskrim kesukaan gue yang hanya buka hari minggu. Reza orang paling pemalu yang pernah gue kenal. Masa, cuman karna pengen ngajak jalan gue, dia mesti bela-belain datang ke kampusnya Bang Dira dan minta tolong buat ngirimin sms ke gue. “ya elaaah, dia kan punya nomor aku kali bang..!” kata gue kesel pas denger cerita Bang Dira sorenya. “maklum aja kenapa..kamu kan tau pemalunya si Reza itu gimana ?” sahut bang Dira santai. “ya gak segitunya juga kali bang”, jawab gue pelan. Pelan banget. “yaudah intinya kamu mau nemenin dia jalan apa gak ?”, tanya Bang Dira sambil melototin muka gue yang udah kaya bunga layu yang jatuh ke comberan trus di lindas ama truck. “mau deeh, tapi sama abang ya..!” pinta gue memelas, “lo kok jadi ama abang perginya ? kan dia ngajak kamu, bukan ngajak abang..!”,  jawab Bang Dira sambil nguyah permen karet. “yaaa, ikut ya bang, pliiisss mau yaa..!”, kata gue memohon sambil pasang muka kucing kelaparan yang minta sisa tulang sambil mijitin tangannya Bang Dira. “emang kenapa sih ? kayaknya najis banget ya jalan berdua sama Reza”, tanya Bang Dira penasaran dan masang tanda tanya besar di jidatnya.. “abang pernah jalan ama patung yang bisa jalan gak bang ?”, gue tanya balik. “Heh ?”, Bang Dira kayaknya bingung, alisnya yang tebal kayak ulat bulu nyangkut itu terangkat. “Pernah gak bang ?”, tanya gue sekali lagi. “Mana ada patung bisa jalan mel, aneh-aneh aja”, jawab Bang Dira yang masih aja nguyah permen karet yang kayaknya udah hambar banget. “nah itu dia bang, jalan sama Reza tuh kayak lagi jalan ama patung orang berpikir yang susah banget gerakin badannya”, gue mencoba ngasih gambaran jelas gimana pendiamnya si perut kepala doraemon itu. “kalo gitu hubungannya sama abang apaan coba ?”, jawab Bang Dira rada pelan. “biar ada temen manusianya bang”, kata gue singkat, sambil pergi ninggalin Bang Dira yang ketawa-ketawa sendiri di kursi depan tv.
              Jam tiga sore, gue sms si kacamata kotak itu buat jemput. Gue sengaja minta jemput di rumah nenek gue, biar dia bolak-balik 10 kali dulu nyari gangnya. Kayaknya kejam banget ya ?, tapi lebih kejam lagi Bang Dira yang marah-marah, maksa gue buat hargain perasaannya Kacamata Kotak. Akhirnya dia nemu rumahnya, setelah memberanikan diri tanya tukang ojek yang mangkal di depan gang yang tepat. Mungkin karna nenek gue lumayan terkenal, jadi orang sekitar jalan itu pada tau (alm nenek gue tukang pijat). Gue nyamperin dia ke depan gang, karna mobilnya yang gede itu mustahil banget bisa masuk ke dalem. Gue pake celana pendek selutut, atasan kaos hitam bergambar cewek pake ikat kepala, trus pake sepatu hitam putih, maklum waktu SMP gue masih dalam tingkat ke-alay-an yang sangat tinggi, secara gue kan gaul getoohh. “Mau kemana emang ?”, gue membuka pembicaraan. “eeeeeh anu, mau ke… ke ….ke ma..mana ya mel ?”. Reza ternyata gugup berat hadepin gue, mulut ama tangannya gemeteran beriringan. “Gugup kenapa ndut ?”, tanya gue blak-blakan. “Eeee e..eeh gak kok”, jawab Reza panas dingin. “nah tuh, kenapa lu gemeter gitu ngomongnya ? tampang gue kaya Nyi Pelet emang ?”, tanya gue sambil benerin rambut di kaca spion. “iii..ii…i ya..a…., eee..eh ga a..ak kok”, jawab Reza spontan. “Kampret lu, udah aah turunin gue disini aja..!!”, gue keluarin kata-kata andalan pas lagi ngambek di dalem mobil, padahal mah mana ada cewe mau di turunin di pinggir jalan. “maaf me..meel, gue gu…guup bangeeet masa…laah..nya.!, pliss ja..jaa..ngan turuun ya mel..”, pinta Reza, sambil ngelap keringat dia yang udah kaya air mancur. Lagi-lagi mukanya yang kasian itu muncul, gue jadi gak tega marahin dia terus. Gue maklum sambil nyengir sendiri, lucu aja kayaknya ada orang seimut dia yang sebegitu sukanya sama gue, lagian tampang muka gue gak menarik-menarik amat, kalo ngomong asal, sering banget bikin dia jadi umpan kejahilan gue, jadi alat dan bahan lawak gue dan perbuatan-perbuatan keji lainnya. Dramatis.
               Akhirnya mobil Reza mendarat di sebuah mall. Sore minggu sebenernya waktu yang salah buat ke mall. Ada 3 tahap sulit kalau mau ke mall sore-sore weekend. Pertama, kita harus bersabar ala para Nabi menghadapi macet jalan yang udah kayak barisan ribuan bebek yang mau masuk kandang. Kedua, lagi-lagi mesti bersabar ala rose dan jack yang lagi nunggu kapal penyelamat pas lagi antri karcis masuk. Ketiga, pas nyari-nyari parkir kosong, lagi, lagi dan lagi harus bersabar kayak emak emak mau melahirkan trus jarak rumah sakitnya masih 70km. Satu setengah jam yang sangat membosankan dan malah bikin badmood. Satu setengah jam juga gue harus bengong gak jelas, gara-gara penyakit patungnya si Reza kambuh. Akhirnya kita dapet parkiran kosong setelah 6 kali muter-muter, “kenapa gak sekali lagi aja Za, biar kita di sangka haji..?”, gue nyoba becanda ama Reza biar gue gak kesurupan diam terus dari tadi. Hening. Becandaan gue garing, kayak debu yang di tiup trus gak tau lagi terbang kemana.
Reza tetap konsisten dengan penyakit patungnya. Dia tetap hening tanpa menawarkan rencana apapun ke gue. Gue ngalihin perhatian ke SPG-SPG gak laku yang berusaha keras nawarin potongan-potongan sample kue yang di jual suatu rumah kue di mall tersebut. Tanpa ditawari, gue langsung nyerobot dua potongan kue yang tergeletak begitu saja di sebuah meja kaca kecil. “nih buat lu satu ndut..!” kata gue pede banget langsung naruh di tangan Reza yang langsung menelan kuenya bulat-bulat (atau gue yang gak liat dia nguyah kali ya). “laper ya ndut ?”, tanya gue serius setelah liat cara dia makan kue sebegitu kerennya.

bersambung ye...... hehhee.. :P

Minggu, 06 Mei 2012

CINTA POWER RANGER part 1

pendahuluan :

sebuah tulisan tentang kehidupan pribadi saya yg akan diungkap secara tajam,  terutama kisah cinta saya dari jaman masih ingusan ampe ileran :D






***Cinta Pulsa 20 ribu, jam 4 sore***
Sore mamasuki malam, gue baru bangun tidur pas ayam tetangga udah berbaris rapi masuk kandang dan orang-orang udah kelar dua rakaat sholat Magrib. Gue masih menggeliat ngumpulin nyawa-nyawa gue yang sedari tadi gak mau balik berkumpul. 15 menit gue masih rebahan gak jelas sambil memendam kesal sama bokap dan tentang cara ngebanguninnya itu lo..! sumpah..! bener-bikin kesel. Tok tok tok, “woooy nak bangun..!!”. Hening 10 detik. Gedebuk, gedebuk, gedebuk, bokap gedar gedor pintu gue, mutar-muter gagang pintu kamar yang bulat sambil setengah teriak, “magriiiiiiiiib…!!! masih tidur aja ..!!”. “iya, iya” jawab gue singkat padat, dan merem lagi. Gue nyadar sih (Alhamdulillah, akhirnya.!!)  magrib-magrib gini masa gue tidur, tapi mimpinya itu lo. Tidur siang gue kali ini punya oleh-oleh mimpi indah banget plus mimpi buruk banget. Gue mimpi di telpon sama Raditya Dika, idola gue, inspirator gue, pujaan gue, segala-galanya gue lah pokoknya. Mungkin gara-gara gue sering banget ngirim voice blog ke dia, jadilah gue punya khayalan suatu saat nanti, paling gak bakalan di telpon balik sama dia (baca : ngarep). Lah kok katanya tadi mimpi buruk juga ?? lah iya.. gue mimpi di telpon Raditya Dika sambil lari-lari dari kejaran kepala suku yang pengen nombak kepala gue (tontonan gue sebelum tidur tadi : apocalypse). Yang bikin cape tu bukan gimana larinya, tapi gue mesti ngomong semanis mungkin sama Raditya Dika sambil sembunyi dari rombongan si kepala suku yang lagi bongkar semak-semak nyariin gue. Lagi asik-asiknya telponan trus si kepala suku udah break nyariin gue, eeeeh gue malah liat ada orang item amit-amit, tinggi kekar, setengah telanjang, pake helm besi ala prajurit Spartan trus jubah merah ala Superman yang lagi mukulin dinding beton trus menimbulkan bunyi gedar gedor yang kayak gue kenal, ternyata bokap lagi bangunin gue. Sial. Akhirnya gue bener-bener keluar dari kamar, buang ammonia gue di wc, ambil wudhu (cieee), trus masuk kamar dan tidur lagi (gubrak). Maafkan Hambamu ini ya Tuhan.
Setelah setengah jam tidur, akhirnya kali ini gue bener-bener bangun dan mulai cek akun-akun pribadi melalui ponsel gue yang gak ganti-ganti selama hampir 3 tahun, emang gak minat (baca : gak ada duit) beli HP baru. Ada 12 pemberitahuan , 97 permintaan pertemanan, dan 7 pesan baru di facebook gue, 5 mention baru temen gue di twitter, dan 15 migg alerts di migg33 gue. satu bulan tarakhir ini gue lagi rajin-rajinnya browsing, lumayan habisin pulsa gratis yg dikasih ama orang yang naksir gue. Sebelumnya gue gak tau sama sekali sama dia, tiba-tiba tiap sore jam 4 lebih kurang, ada sms dari cust.service yang bilang isi ulang gue dari suatu counter tertentu telah berhasil dilakukan. Satu minggu berturut-turut gue punya pulsa segini banyak, gue niatin cari counter pulsa yg rajin banget ngirimin pulsa ke nomor gue, gue udah mikir ada om-om beranak tiga punya counter pulsa yang kesepian di tinggal kerja istrinya ke Arab Saudi trus nyatet no HP gue yang pernah tertera satu bulan di facebook (habis itu gue hapus, masalahnya banyak nomor baru yang masuk). Oh my God, semoga cuman gue dan khayalan gue aja yang berlebihan. Ternyata, secara teramat sangat kebetulan pas gue lagi nongkrong di kost temen gue, hujan keroyokan dateng dengan sangat hebatnya, di tambah angin ribut, dan sedikit gemuruh petir yang bikin ibu kostnya latah selama 30 detik tanpa henti “eeeeh, gila copot juga nih jantung ane, eeeh gila copot juga nih jantung ane”. Rencananya gue mau keluar beli pulsa buat modem, yaudah karna kepepet banget mesti nyari tugas, gue nekat pinjem payung punya Mba Eva, Mahasiswi Universitas Hukum yg tinggal di kost atas, “wooy Mel, nekat emang lu ?” temen gue Radit teriak-teriak sambil bawa jemuran daleman punya Bang Dira di atas kepalanya yang plontos. “iya kepepet nih Dit, ada yang mesti gue kerjain, ntar kalo keburu malem gue malah males” jawab gue lebih kenceng dari atas. “tu Alvin jualan pulsa kali mel, kagak tau emang?”. “hah, yang bener? Sejak kapan ? dia jaga counter ya?” Tanya gue sambil turun ke bawah bawa payung warna biru gede yang biasa di pake ama abang-abang jualan gulali di sekolah adek gue. “gak, dia ada tuh di kamar”. “bodoo lu dit, napa baru bilang bego ?”. “ lu yang bego, kagak nanya, main pinjem payung aja”. Gue langsung nyamber ke kamar Alvin yang lagi serius banget main GTA, nembak-nembakin Polisi, trus ngedeketin cewe-cewe kartun yang mukanya rada gak jelas, pake celana jeans ketat yang nonjolin pantat plus bra minim yang nonjolin apa yang udah nonjol.”Vin, isiin pulsa gue dong..!”. tanpa liat muka gue si Alvin bilang “bentar napa, gak liat apa gue lagi terbangin pesawat, ntar kalo pesawat gue jatuh trus nimpa cewe-cewe yang ada di bawah sono, gimane ?”. “ya elaah vin, kan cuman game, bisa di pause kali gan..!!”. Dengan sangat terpaksa dan muka rada asem, Alvin mulai buka HPnya., dia mulai mencet tombol-tombol yang huruf dan angkanya udah lumayan pudar, gue agak gak yakin nomor yang di pencet Alvin bener, soalnya gue udah sebutin 4 kali, eeeeh tu anak nanya lagi, nanya lagi. Kayaknya sinusitis Alvin parah banget, udah ngakar ke telinga, trus malah tumbuh tumor ganas segede bakso yang bikin retak gendang telinganya, nyampe suara gue yang udah semanis penyiar radio dan sekenceng Agnes Monica masih aja gak jelas. Teet teet modem yang sedari tadi nongkrong di laptop Bang Dira itu bunyi, “makasih ya Vin, ntar duitnya besok..!”. “aaah monyet lu mel..!!”, si Alvin kayaknya gondok banget ma gue. Bener aja tu bunyi modem ngasih tau kalo ada sms dari cust service yang masuk dan ngasih tau kalo isi ulang gue berhasil. Eiits, bentar. Kayaknya gue kenal nama counter yang tertera dalam sms tersebut. Yup, bukan sulap bukan sihir, nama counter yang udah ngirim pulsa ke gue “VINO 093”, (gara-gara itu gue baru tau nama lengkapnya si Alvin adalah Alvino Rahardjo), persis dengan nama counter yang tiap hari ngirirmin gue pulsa tiap jam 4 sore lebih kurang. Gue nyamperin Alvin yang masih asik sama GTA nya, tapi kali ini dia malah nembakin mobil-mobil orang pake bazooka gede dengan bantuan kertas kode punya Radit. “Maksud lo apa sih Vin ?”. kali ini Alvin langsung tekan tombol start di stick PS nya tanpa gue paksa kayak tadi “Apaan sih mel ?, pulsa lu gak masuk ?”. “ternyata elu yang isiin gue pulsa tiap sore, nah tuh, maksud lu apa ?” tanya gue pake akting mata melotot mau keluar, supaya si Alvin ngaku. “mmmmmmmm” Alvin hening 15 detik. “tanya ama si Reza deh”. “Reza si kacamata kotak ?” kali ini mata gue kayaknya bener-bener mau keluar. “iya, dia yang nyuruh gue isiin pulsa tiap sore, gak taunya tu nomor lu ya?” jawab si Alvin sambil bales sms di HPnya. “iya Vin”, jawab gue masih syok berat. “ya elah gak usah stress gitu, lo tanya aja sama orangnya, sumpah mati dah..! gue gak tau apa-apa Mel”. Si Alvin kembali ngelanjutin main GTA yang asal-asalan tanpa misi itu. Gue keluar kamar Alvin sempoyongan mau pingsan, sambil megang kepala yang berasa tambah berat. 
bersambung ya ncing, cang, nyak, babe, semue...

cara membuat blog

                   Alhamdulillah, puji Tuhan semesta alam sodara sodara, saya akhirnya bikin blog lg, setelah sekian lama blog saya sepi postingan dan akhirnya saya sendiri lupa. hahhaha. untuk entri pertama saya, saya mau menuliskan cara membuat blog di blogspot.com . berikut :

caranya gampaaaaaaaang banget.
intro bagi pemakai MODEM
1. pastikan anda telah mengisi pulsa
2. ambil modem
3.colokin modem

yang di WARNET siapkan uang secukupnya untuk bayar, dan pastikan box yg anda tempati aman dari virus HIV ! nah loh ?

a. tinggal buka mozila, google chrome, atau internet explorer anda. atau apapun yang anda sukai.
b. bukalah google, dan ketikkan blogspot (menurut saya ini cara praktis, tapi anda juga bisa langsung menuliskan alamat URL)
c. nanti keluarlah dokumen yang letaknya paling atas, dibawahnya ada beberapa entri. anda bisa mengklik create blogger account atau create a blog (dalam hal ini anda harus mempunyai account email terlebih dahulu. anda bisa langsung membuat di gmail.com)
e. kemudian masukkan data data anda seperti biasa.
f. ikuti step stepnya perlahan dan teliti
g. account anda akan berhasil dibuat.


SELAMAT BERBAGI CERITA DI BLOG BARU KAMU !!!!!!