Mau nulis apa gak tau juga, yang penting sekarang apa yang
ada di kepala aku mau aku curahkan kedalam tulisan. Di dalam bengekku ini, selagi
nafasku belum juga stabil pikiran pikiran ini mulai muncul.
Semua tentangmu, semua tentang apa yang telah kita jalani dan lewati bersama. Aku dan kamu. Lebih tepatnya CUMAN aku dan kamu. Betapa semuanya yang dulu aku anggap tabu kini berbanding terbalik. Dengan apa yang dulu ku tentang kini malah kulewati. Dan apa yang kita arungi sekarang tidak lebih dari sebuah keyakinan yang kupercaya memang sudah diatur oleh Maha Pemberi Kasih Sayang. Kita selayaknya dua insan yang sedang dicurahkannya sedikit kebahagiaan dari meyayangi. Kita sebagai dua manusia hina yang sedang dipertemukan dalam keadaan sulit. Dan entah bagaimana bisa aku mencintaimu bisa lebih cepat dari sekedar hembusan nafas. Bagaimana aku dapat memelukmu dengan erat tanpa harus kaku akan ketidaktahuanku akanmu. Semua sentuhan bibir yang kita kecupkan satu sama lain itu, entah bagaimana membuatku merasa begitu dekat. Tatapan sendu ikhlasmu memberiku secercah cahaya supermoon yang indah untuk lalui hari hari. Serumpun alismu yang lebih menyerupai bunga ilalang itu tak henti kukagumi. Hidung bangir nan sempurna, pun membanjiri hasratku akan ingatanku terhadapmu. Lekuk bibir yang tak pernah dapat kulupakan, hingga susunan gigimu yang memang menjadi petunjukku untuk bisa mengingat wajahmu. Senyum senyum pria surga yang menawan, memenuhi rongga dadaku ketika itu. Ketika malam di terangi bulan penuh serupa pualam.
Semua tentangmu, semua tentang apa yang telah kita jalani dan lewati bersama. Aku dan kamu. Lebih tepatnya CUMAN aku dan kamu. Betapa semuanya yang dulu aku anggap tabu kini berbanding terbalik. Dengan apa yang dulu ku tentang kini malah kulewati. Dan apa yang kita arungi sekarang tidak lebih dari sebuah keyakinan yang kupercaya memang sudah diatur oleh Maha Pemberi Kasih Sayang. Kita selayaknya dua insan yang sedang dicurahkannya sedikit kebahagiaan dari meyayangi. Kita sebagai dua manusia hina yang sedang dipertemukan dalam keadaan sulit. Dan entah bagaimana bisa aku mencintaimu bisa lebih cepat dari sekedar hembusan nafas. Bagaimana aku dapat memelukmu dengan erat tanpa harus kaku akan ketidaktahuanku akanmu. Semua sentuhan bibir yang kita kecupkan satu sama lain itu, entah bagaimana membuatku merasa begitu dekat. Tatapan sendu ikhlasmu memberiku secercah cahaya supermoon yang indah untuk lalui hari hari. Serumpun alismu yang lebih menyerupai bunga ilalang itu tak henti kukagumi. Hidung bangir nan sempurna, pun membanjiri hasratku akan ingatanku terhadapmu. Lekuk bibir yang tak pernah dapat kulupakan, hingga susunan gigimu yang memang menjadi petunjukku untuk bisa mengingat wajahmu. Senyum senyum pria surga yang menawan, memenuhi rongga dadaku ketika itu. Ketika malam di terangi bulan penuh serupa pualam.
otak lagi ngadat,..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar